PEMANFAATAN URINE KAMBING MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN TAMBAHAN BAHAN AIR CUCIAN BERAS DAN APOTIK HIDUP
Abstract
ABSTRACT
The research was carried out in Gunung Selamat Village, Kab. Labuhanbatu, North Sumatra Province which will last for ± 1 week, namely in September 2024. This research aims to determine the physical quality of goat liquid fertilizer (biourine) with the addition of various types of decomposer. The materials used in the research were goat urine, EM-4, rice washing water, and live apothecary. This research was carried out experimentally with 4 treatments consisting of P0 (goat urine), P1 (goat urine + mole EM-4 with rice washing water and live pharmacy), P2 (goat urine + mole EM-11 with rice washing water live pharmacy). The parameters measured in the research were physical quality, namely odor, texture, pH, temperature and color. The data obtained were analyzed descriptively. The research results showed that the temperature in treatment P0 was 34oC, while in treatments P1, P2 and was 32oC. The biourine color of goats in treatment P0 is reddish black and treatments P1, P2 are dark reddish black. The odor of biourine from goats treated P0 was very strong and those treated P1, P2 were less pungent. The pH of the treatment ranged from 7.67 to 8.29. The conclusion of the research is that adding mol EM-4 with additional rice washing water and live apothecar and mol EM-11 with additional rice washing water and living apothecary can improve the planting medium.
Keywords: goat urine, EM-4, EM-11, rice washing water, live pharmacy
ABSTRAK
Penelitian dilaksanakan di Desa Gunung Selamat, Kab. Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung selama ± 1minggu yaitu pada bulan September 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik pupuk cair (biourine) kambing dengan penambahan berbagai jenis dekomposer. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah urine kambing, EM-4, air cucian beras, dan apotik hidup. Penelitian ini dilakukan secara ekperimental dengan 3 perlakuan yang terdiri dari P0 (urine kambing), P1(urine kambing + mol EM-4 dengan air cucian beras dan apotik hidup), P2 (urin kambing + mol EM-11 dengan air cucian beras dan apotik hidup). Parameter yang diukur dalam penelitian adalah kualitas fisik yaitu bau, tekstur, pH, suhu dan warna Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptip. Hasil penelitian menunjukka bahwa suhu pada perlakuan P0 sebesar 34oC, sedangkan perlakuan P1, P2 dan sebesar 32oC. Warna biourine kambing perlakuan P0 adalah reddish black dan perlakuan P1, P2, adalah reddish black pekat. Bau biourine kambing perlakuan P0 adalah sangat menyengat dan perlakuan P1, P2, adalah kurang menyengat. pH perlakuan berkisar 7,67- 8,29. Kesimpulan penelitian adalah penambahan mol EM-4 dengan tambahan air cucian beras dan apotik hidup dan mol EM-11 dengan tambahan air cucian beras dan apotek hidup dapat memperbaiki media tanam
Kata Kunci: urine kambing, EM-4, EM-11, air cucian beras, apotik hidup
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aisyah S, N Sunarlim, B Solfan. 2011. Pengaruh urine terfermentasidengandosis dan interval pemberian yang berbeda terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jurnal Agroteknologi. 2(1): 1-5.
Astari LP. 2011. Kualitaspupuk kompos bedding kuda dengan menggunakan activator mikroba yang berbeda. Skripsi. IPB Bogor
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. 2018. Membuat Pupuk Cair Bermutu dari Limbah Kambing. J. Penelitian dan pengembangan Pertanian. 30(6):5-7.
Budiyani NK, Soniari NN, dan Sutari NWS. 2016. Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 5(1):63-72.
Dyah TRL dan Srikandi. 2013. Peningkatan Kualitas Pupuk Organik Cair Dari Limbah Cair Produksi Biogas Menggunakan Compostar. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa 2(3):101 – 111.
Deacon JW. 1984. Introduction to Modern Mycology. Blackwell Scientific Publication.
London.
Fitria Y. 2008. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Cair Industri Perikanan Menggunakan Asam Asetat dan EM4 (Effective Microorganisme 4). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Indriani YH. 2007. Membuat Pupuk Organik Secara Singkat. Jakarta: Penebar Swadaya
JunusM, Widodo AS, Suprapto W dan Zamrudy W. 2014. PerananAerasi dan Silikaserta Lama Pemeraman Terhadap Kandungan Pupuk Cair Lumpur Organik Unit Gas Bio. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 24 (1): 82 –92
Murdowo J. 2004. UrinSapiSebelum dan Sesudah difermentasi. diunduh dari http://www.suaramerdeka.com/barisan/0408/19/slo
Nathania B, IM Sukewijaya dan NWS Sutari. 2012. Pengaruh Aplikasi Biourine Gajah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea l.). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 1(1):72-85.
Perdana SN, WS Dwi, M Santoso. 2015. Pengaruh aplikasi biourin dan pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.). J. Prod. Tan. 3(6): 457-463.
Setiatma TF, Koesriharti, dan Ninuk Herlina. 2017. Pengaruh pemberian biourin kambing dan kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kailan. Jurnal produksi Tanaman. 5(4): 608-615.
Sungguh A. 1993. Kamus Lengkap Biologi. Gaya Media Pratama. Jakarta
Suwatanti EPS dan P Widiyaningrum. 2017. Pemanfaatan MOL Limbah Sayur pada Proses Pembuatan Kompos. Jurnal MIPA 40 (1) (2017): 1-6
Siregar ES. 2017. Kualitas Pupuk Organik Cair (Biourin) yang Difermentasi Dengan Penambahan Starter Effective Microorganism 4 (EM4). https://repository.unja.ac.id/2374/1/Jurnal-Erwin%20 Saputra%20Siregar-E10012136.pdf
DOI: https://doi.org/10.31932/jpmk.v9i1.6492
Article Metrics
Abstract view : 3 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
1.jpg)




