ANAIISIS PENGGUNAAN JARGON PADA KELOMPOK PARTAI DALAM BERKOMUNIKASI DENGAN MODEL DRAMATURGI BERDASARKAN FUNGSI EKSPRESIF
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan bahasa jargon pada kelompok partai ketika berkomunikasi dengan model dramaturgi. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah lima video dari laman youtube yaitu: Pertama, youtube KPU RI yang berjudul Iklan Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2019. Kedua, youtube KPU RI yang berjudul Iklan Kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) Pemilu 2019. Ketiga, youtube Kumpulan Iklan 2000an yang berjudul Iklan Kampanye Capres Cawapres Mega – Prabowo. Keempat, youtube KPU RI yang berjudul Iklan Kampanye Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) Pemilu 2019. Kelima, youtube Official iNews yang berjudul TPS (Tusuk Prabowo-Sandi) Jadi Jargon Penutup Debat Terakhir - Pemilu Rakyat. Data penelitian ini berupa kata-kata dan kalimat yang diucapkan oleh penutur yang ada pada tayangan video. Teknik pengunpulan data dilakukan dengan teknik simak-catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan (1) menyajikan data, (2) meringkas data, dan (3) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penggunaan bahasa jargon dengan model dramaturgi dapat terjadi dengan adanya jargon internal, jargon identifikasi diri, dan jargon akronim. Dalam penggunaan bahasa jargon model dramaturgi yang terdiri dari wilayah depan dan wilayah belakang. Bahasa jargon model dramaturgi terjadi karena komunikasi antara anggota partai politik dengan masyarakat. Dramaturgi depan dilakukan ketika tokoh politik sedang melakukan orasi kampanye. Dramaturgi belakang ketika tokoh politik melkukan persiapan sebelum berada di wilayah depan.
Full Text:
PDFReferences
Aditya, W. (2016). Moralitas Republik. (P.Institute, ed.). Jakarta.
Chaer, A. L. (2014). Sosiolinguistik Pengenalan Awal. PT Rineka Cipta.
Damayanti, N. &. (2017). Strategi Kampanye Politik Pasangan Jokowi-Jk pada Politik Pemilihan Presiden 2014. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 16(2), 279-290.
Danifi, R. (2014). Persepsi Masyarakat Sumenep Pada Visi Kepala Daerah Melalui Akronim “Sumenep Super Mantap†.
Haryani, T. (2019). Jargon pencitraan diri dalam poster calon anggota legislatif DPRD Kota Palangka Raya tahun 2019. Meretas: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1-8.
Hidayat. (2010). Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Pekanbaru: Suska Pres.
Indrawan, R. &. (2014). Metodologi Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan, dan Pendidikan. Bandung: Refika Aditama.
Kridalaksana, H. (2013). Kamus Linguistik. Gramedia Pustaka Utama.
Kurnia, V. E. (2013). Penggunaan Jargon oleh Komunitas Chatting Facebook di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Padang. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 1(2), 126-142.
Luriawati, D. (2010). Bentuk dan faktor penyebab penggunaan jargon masyarakat nelayan Rembang. Lingua, 6(1).
MeNair, B. M. (2021). KOMUNIKASI POLITIK; Pengiklanan dan Kehumasan Politik: Seri Pengantar Komunikasi Politik. Nusamedia.
Moleong, L. J. (2016). Metodelogi penelitian. Remaja Rosdakarya.
Muharomah, S. (. (2018). Variasi Bahasa: Penggunaan Jargon Pada Karyawan Divisi Humas Taman Mini Indonesia Indah. WACANA: Jurnal Bahasa, Seni, Dan Pengajaran, 2.
Nugrawiyati, J. (2020). Analisis Variasi Bahasa dalam Novel “Fatimeh Goes To Cairoâ€. El- Wasathiya. Jurnal Studi Agama, 8(1), 41-56.
Rahardi, R. K. (2001). Sosiolinguistik, kode dan alih kode. Pustaka Pelajar.
Rofek, A. (2010). Jargon pada Spanduk Politik Para Calon Bupati Kabupaten Jember.
Safitri, V. N. (2021). Jargon Bahasa Berdasarkan Model Fungsional Speaking di Kalangan Komunitas Dakwah: Kajian Sosiolinguistik. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(2), 207-222.
Sahroni, A. P. (2020). “Politik Tanpa Maharâ€: Semiotika Jargon Komunikasi Partai Nasional Demokrat di Era Demokrasi Biaya Tinggi. SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi, 13(2).
Suneki, S. &. (2012). Paradigma Teori Dramaturgi Terhadap Kehidupan Sosial. CIVIS: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Pendidikan Kewarganegaraan, 2(2).
Supardan, D. (2011). Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sutrisman, D. (2019). Politik, Persepsi, Kepemimpinan, dan Mahasiswa. Guepedia.
Wakari, R. B. (2017). Penggunaan Jargon di Kalangan Waria Kota Bitung. Kajian Linguistik, 5(1).
Widodo. (2010). Anatomi dan Perkembangan Teori Sosial. Aditya Media Publishing.
Yusup, A. H.-1. (2022). Kronolek Dalam Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Budaya Islam, 3(3), 1-12.
Zulfikar, M. H. (2016). Studi Dramaturgi Pada Pengelolaan Kesan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Telkom Angkatan 2015 dalam Penggunaan Media Sosial Snapchat. eProceedings of Management, 3 (2).
DOI: https://doi.org/10.31932/jpbs.v9i1.3307
Article Metrics
Abstract view : 217 timesPDF - 111 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 Eka Fatikasari, Gigit Mujianto

Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








