TRADISI LOKAL MAIK MANIK SEBAGAI UPAYA MEMPERKOKOH NILAI GOTONG ROYONG SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA NANGA DANGKAN

Agnesia Hartini, Fusnika Fusnika, Chrisdess Wanda

Abstract


Tradisi lokal Maik Manik serta cara masyarakat memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Maik Manik adalah ritual memandikan bayi pertama kali di sungai. Tradisi ini sarat nilai gotong royong, di mana keluarga dan masyarakat berpartisipasi aktif, memperkuat kebersamaan dan tolong-menolong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tradisi lokal Manik Manik. Mendeskripsikan bagaimana cara memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lokal Maik Manik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) tradisi Maik Manik bertujuan membebaskan bayi dari pengaruh negatif serta memberikan perlindungan spiritual melalui berbagai sesajen dan tindakan ritual. Ritual ini merupakan syarat penting agar bayi dianggap layak dan aman untuk dimandikan bebas di sungai. 2) Cara masyarakat Suku Dayak Seberuang Ensilat dalam memperkuat nilai gotong royong tercermin melalui partisipasi aktif seluruh anggota, dari tahap persiapan hingga pelaksanaan, yang menegaskan bahwa tradisi ini merupakan kegiatan yang mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan. 3) Tradisi Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya lokal yang mendalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi lokal Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat, khususnya dalam aspek memperkokoh nilai gotong royong.

Kata Kunci: Tradisi Lokal Maik Manik, Nilai Gotong Royong,  Suku Dayak Seberuang


Full Text:

PDF

References


Amirulloh, I., dkk. 2023. Implementasi Nilai Persatuan dalam Bergotong Royong di Masyarakat Desa Anggaswangi Sukodono Sidoarjo. Economic Xenization Abdi Masyarakat, 1(1), 13-20.

Astuti, S. 2021. Makna Upacara Adat Membawa Bayi Mandi Ke Sungai (Maik Manik) Bagi Masyarakat Dayak Desa. Jurnal Kansasi, 6(1), 16-21.

Mardawani 2020. Praktis Penelitian Kualitatif Teori dan Analisis Data dalam Prespektif Kualitatif. Yogyakarta: Deeplubish

Milla, S. (2024). Ragam Budaya Jambi. CV Brimedia Global.

Nugraha, S., & Wardani, T. D. (2021). Penerapan Pali Dalam Ritual Tiwah Dayak Ngaju: Pali In The Implementation Of The Dayak Ngaju Tiwah Ritual. Anterior Jurnal, 20(2), 102-112.

Pambudi, K. S., & Utami, D. S. 2020. Menegakkan kembali perilaku gotong–royong sebagai katarsis jati diri bangsa. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8(2), 12-17.

sugiyono. 2023. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet.

Sukardi. 2017. Metodologi pendidikan kompetensi dan praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara

Suryabrata, S. 2016. Metodologi penelitian. Cetakan ke -27. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Turyani, I., Suharini, E., & Atmaja, H. T. 2024. Norma dan nilai adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 2(2), 234-243.




DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v10i2.5764

Article Metrics

Abstract view : 11 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.