PENDIDIKAN EKOLOGIS BERBASIS KOMUNITAS DAYAK UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN RAMAH LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) RUNGAN
Abstract
ABSTRACT
Environmental damage in the Rungan River Basin (DAS) in Central Kalimantan is caused by changes in land use, reduced forest cover, and the loss of local wisdom in environmental management. The indigenous Dayak communities inhabiting this area actually have strong ecological values, but these have not been fully integrated into environmental education and conservation efforts. This community service activity aims to increase the community's knowledge and awareness of environmental issues through a community-based ecological education approach and local wisdom. The method used is Participatory Action Research (PAR), which actively involves the community in the entire process, from problem identification and solution formulation to activity implementation and evaluation. The activities include group discussions, conservation training, participatory mapping, and the revitalization of traditional practices that support environmental conservation. The results showed a significant increase in the community's understanding of the importance of protecting the watershed ecosystem, the formation of environmental groups, and the growth of collective awareness of the importance of ecological practices based on local culture. In conclusion, Dayak community-based ecological education through the PAR approach has proven to be effective in reviving Dayak ecological values and building sustainable environmentally friendly behavior.
Keywords: Ecological Education, Dayak Community, Local Wisdom, Rungan Watershed, Environment
ABSTRAK
Kerusakan lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Rungan, Kalimantan Tengah, disebabkan oleh perubahan tata guna lahan, penurunan tutupan hutan, dan hilangnya praktik kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan. Komunitas adat Dayak yang mendiami kawasan ini sesungguhnya memiliki nilai-nilai ekologis yang kuat, namun belum sepenuhnya terintegrasi dalam upaya pendidikan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian ramah lingkungan masyarakat melalui pendekatan pendidikan ekologis berbasis komunitas dan kearifan lokal. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam seluruh proses yaitu identifikasi masalah, perumusan solusi, implementasi kegiatan, hingga evaluasi. Bentuk kegiatan meliputi diskusi kelompok, pelatihan konservasi, pemetaan partisipatif, serta revitalisasi praktik adat yang mendukung pelestarian lingkungan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem DAS, terbentuknya kelompok peduli lingkungan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya praktik ekologis yang berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pendidikan ekologis berbasis komunitas Dayak melalui pendekatan PAR terbukti efektif dalam menghidupkan kembali nilai-nilai ekologis Dayak dan membangun perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Pendidikan Ekologis, Komunitas Dayak, Kearifan Lokal, DAS Rungan, Lingkungan Hidup
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Azhari, M. (2018). Kondisi Pendidikan Berwawasan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Tengah Tahun 2018 Muh. 3, 1–5.
Azizah, N., Safitri, I., Kukarnia, S., Kevin, S., & Wijaya, D. A. K. (2024). Pengaruh Kegiatan Tambang Masyarakat Terhadap Lingkungan di Desa Parempei Kecamatan Rungan Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah. AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam Dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 5(01), 1574–1584.
Bolnick, D. A., Smith, R. W. A., & Fuentes, A. (2019). How Academic Diversity Is Transforming Scientific Knowledge in Biological Anthropology. American Anthropologist, 121(2), 464.
Bookchin, M. (1996). The Philosophy of Social Ecology.
Efriani, E., Dewantara, J. A., Utami, D., & Listyaningrum, I. (2020). Ekologi Tradisional Dayak Tamambaloh. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(3), 503–514.
Hukom, A., Muhamad Iqbal, R., Nomeritae, N., & Abdurahman, R. (2023). Identifikasi Desa Sebagai “Lewu Proklim” di Kabupaten Pulang Pisau. Jurnal Green Growth Dan Manajemen Lingkungan, 13(1), 1–20.
Kristanti, Y. (2017). Melindungi Hutan Pahewan Tabalien Dalam Perspektif Ekoteologi. Katalog.Ukdw.Ac.Id.
Kurniawan, M. B. (2025). Petkuq Mehuey Bertaruh Nyawa Jaga Hutan Wehea di Tengah Ancaman Senjata Baca artikel detiksulsel, “Petkuq Mehuey Bertaruh Nyawa Jaga Hutan Wehea di Tengah Ancaman Senjata”
Marseda, H. &. (2022). Eco-Etika Dalam Budaya Manugal Dayak Ngaju (Tinjauan Ekologis Berdasarkan Ensiklik Laudato Si Art. 139). 3(1).
Meliani, Heni, et al. (2023). Masyarakat Suku Dayak Meratus Di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Management of Forest Gardens by the Dayak Meratus Community in Hinas Kiri Village, Batang Alai Timur District. Jurnal Syiva, 06(2), 249–258.
Mühlhäusler, F. &. (2018). Linguistic Ecology and Language Contact: Conceptual Evolution, Interrelatedness, and Parameters.
Rahmawati, H. (2015). Local Wisdom Dan Perilaku Ekologis Masyarakat Dayak Benuaq. Jurnal Indigenous, 13(1), 72–78.
Ridwan, A. M., & Ribawati, E. (2023). Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial Relasi Sakral Antara Manusia Dan Alam: Kajian Kosmologi Hutan Dalam Kehidupan Suku Dayak.
Rijal, S., Hasyim, M., Lukman, L., & Iswary, E. (2023). Konsep Pemeliharaan Lingkungan pada Kata Bakar dalam Bahasa Dayak di Kalimantan Timur: Kajian Ekolinguistik. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(2).
Riyan, F., Utari, N., & Achmad, C. A. (2021). Nilai Konservasi Biodiversitas pada Masyarakat Dayak Kenyah Umo’ Longh Malinau Kalimantan Utara sebagai Etnopedagogi Pembelajaran Biologi. 3, 71–81.
Savira, W. M., & Honosutomo, A. (2024). Sinergitas Kearifan Lokal Dan Gender: Peran Strategis Perempuan Adat Kalimantan Dalam Upaya Iklim Berkelanjutan. Journal of Gender Equality and Social Inclusion (Gesi), 3(2), 28–45.
Selvira, A., Anggela, R., Mustofa, D., Ilmu, F., Dan, P., & Sosial, P. (2024). Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Jawatn Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Keramat Pulo Kebayant Di Desa Mondi Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau. In Desember (Vol. 4, Issue 3).
Sembiring, T. (2022). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Studi di Kawasan DAS Kabupaten Langkat (Kodri (ed.)). CV. Adanu Abimata.
Sundari, E. (2024). Transformasi Pembelajaran di Era Digital: Mengintegrasikan Teknologi Dalam Pendidikan Modern. Cendekia Pendidikan, 3(6), 101–112.
Usop, L. S. U. (n.d.). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Ngaju untuk Melestarikan Pahewan (Hutan suci) di Kalimantan Tengah. http://tastegood-tastegood.blogspot.com.
DOI: https://doi.org/10.31932/jpmk.v8i2.5687
Article Metrics
Abstract view : 27 timesPDF - 28 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
1.jpg)




