PELATIHAN KRIYA ULOS BAGI WARGA BINAAN KELAS IIB TARUTUNG

Damayanti Br Hombing

Abstract


ABSTRACT 

The ulos craft training for inmates at Class IIB Tarutung Detention Center is conducted as a means of fostering self-reliance and developing productive skills necessary for supporting their reintegration into society. This program is designed to support inmates who lack vocational skills aligned with the cultural heritage of the region, with a particular focus on the traditional Tapanuli ulos fabric. The training was implemented using a participatory approach, encompassing needs mapping, demonstration of basic weaving techniques, guided practice, and assessment of outcomes. The findings indicated an improvement in the participants' technical skills in using ulos craft tools, understanding basic patterns, and producing initial works such as tandok. This training has had a positive impact on the enthusiasm, motivation, and self-confidence of the inmates. This training makes an important contribution to fostering independence and opens up potential employment opportunities after the completion of the incarceration period.

Kata Kunci : Training, Ulos Craft, Inmates

 

ABSTRAK

Pelatihan kriya ulos bagi warga binaan di Rutan Kelas IIB Tarutung dilakukan sebagai bentuk pembinaan kemandirian sekaligus pengembangan keterampilan produktif yang diperlukan untuk mendukung proses kembali mereka ke masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membantu warga binaan yang tidak memiliki kemampuan kerja sesuai dengan kekayaan budaya daerah, khususnya warisan kain ulos Tapanuli. Pelatihan diterapkan melalui pendekatan partisipatif, mencakup pemetaan kebutuhan, demonstrasi teknik dasar menenun, praktik terarah, serta penilaian hasil. Temuan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan teknis peserta dalam menggunakan alat kriya ulos, memahami pola dasar, dan menghasilkan karya awal seperti, tandok. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap semangat, motivasi dan rasa percaya diri warga binaan. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting bagi pembinaan kemandirian dan membuka potensi peluang kerja setelah masa tahanan berakhir.

Kata Kunci: Pelatihan, Kriya Ulos, Warga Binaan


Keywords


Training, Ulos Craft, Inmates

Full Text:

PDF

References


Alfitri. (2011). Community Development, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development Vol 22 No. 9, 1253-1268.

Dahnial, & Holipah. (2025). PENINGKATAN NILAI JUAL PRODUK TENUN LOKAL MELALUI DESAIN BAJU TENUN MODERN YANG INOVATIF. Jurnal Integrasi Pengabdian kepada Masyarakat (JIPMas), Vol 1 No 1, 10-22.

Dewey, J. (2004). Experience and Education : Pendidikan Berbasis Pengalaman. Jakarta: Teraju.

Dewey, J. H. (2004). Experience and Education : Pendidikan Berbasis Pengalaman Edisi 1 Terjemahan. Jakarta : Teraju.

Dewey, J. H. (2004). Experience and Education : Pendidikan Berbasis Pengalaman Edisi 1 Terjemahan. Jakarta: Teraju.

HAM, K. H. (1995). Pemasyarakatan. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hamsir, & zainuddin, A. (2019). mplementation of Rehabilitation System of Prisoner for the Prisoner Resocialization in the Correctional Institution Class II A Palopo. Jurnal Dinamika Hukum Vol. 19 Issue 1, 112-132.

Hidayani, N. (2024). CULTURAL HERITAGE PRESERVATION: THE ART OF TRADITIONAL WEAVING IS APPLIED NOT ONLY IN CLOTHING. Jurnal ImpresiIndonesia(JII)Vol. 3, no. 2, 128-138.

INDONESIA, U.-U. R. (1995). Tentang PEMASYARAKATAN Nomor 12. Jakarta: Kementerian Keuangan.

Karisadini. (2025). EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN DI LAPAS PEREMPUAN TANGERANG MENGGUNAKAN MODEL CIPP. JPro Jurnal Manajemen dan Profesional. Vol. 6 No. 1, 73-87.

Mangkunegara, A. P. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Manting, L. (2022). Analisis Implementasi Program Keterampilan dan Kegiatan Kerja Bagi Narapidana Studi Kasus Lapas Kelas I Tangerang. Aufklarung : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora Vol 2 No. 1, 64-69.

Noe, R. A. (2020). Employee Training and Development (8th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Pramana, G. A., & Butar, H. F. (2021). EFEKTIVITAS POLA PEMBINAAN KEMANDIRIAN NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN SEBAGAI BEKAL DALAM PROSES REINTEGRASI. Jurnal Nusantara Vol 8, No 5, 967-973.

Simanjuntak, V. S., & Saragih, G. A. (2023). Makna FilosofisdanTeologisUlos dalam Budaya Batak. Jurnal Vox Divina. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1, 46-62.

Simbolon, O. (2025, 12 8). Diambil kembali dari chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.uin-suska.ac.id/22140/1/SKRIPSI%20GABUNGAN.pdf?utm_source=chatgpt.com: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://repository.uin-suska.ac.id/22140/1/SKRIPSI%20GABUNGAN.pdf?utm_source=chatgpt.com

Simbolon, R. S., & Mujuranto Sihotang, K. T. (2022). Threads of Tradition: Silalahi Ulos Weaving and Cultural Significance in North Sumatra. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Volume 11 No. 2, 138-152.

Sri Meylinda, A. S. (2023). Development of Ulos Batak Woven Products in Economic Growth for Sustainable Development. The 1st Saizu International Conference On Islamic Philantrophy (hal. 126-131). Purwokerto: UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Wahyudi, N. B. (2018). PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 12 TAHUN 1995. Jurnal Supremasi.




DOI: https://doi.org/10.31932/jpmk.v8i2.5825

Article Metrics

Abstract view : 19 times
PDF - 12 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.