PERBANDINGAN METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK DENGAN METODE ABJAD TERHADAP KETEPATAN DAN KECEPATAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR
Abstract
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebenarnya metode apa yang tepat yang akan digunakan dalam memecahkan masalah pada rendahnya ketepatan dan kecepatan membaca permulaan antara metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan metode abjad kelas 1 Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Factorial 2x2. Berdasarkan dari hasil belajar siswa menggunakan metode SAS dengan metode Abjad memiliki perbedaan dalam ketepatan maupun kecepatan membaca permulaan siswa. Sedangkan untuk rata-rata Metode SAS terhadap ketepatan dan kecepatan membaca permulaan sebesar 82,71 dan 81,88 sedangkan dengan metode Abjad memiliki rata-rata sebesar 69,60 dan 80,00. Tidak itu saja peneliti juga melakukan uji normalitas dengan perolehan hasil analisis bahwasannya nilai sig > 0,05 yaitu 0.085, 0.068, 0.126 dan 0.075 (ketepatan dan kecepatan SAS, ketepatan dan kecepatan Abjad). hal ini memuat data penelitian berdistribusi normal. Karena data berdistribusi normal, peneliti melakukan uji hipotesi dengan melakukan uji one sample t test dengan nilai sig 0.000 < 0.05 dengan kesimpulan terima Ha dan tolak Ho yang berarti terdapat perbedaan menggunakan metode SAS (SD Negeri 07 Tiumang) dan metode Abjad (SD Negeri 02 Tiumang) pada ketepatan dan kecepatan membaca permulaan siswa kelas 1.
Kata Kunci:Â Pembelajaran Kooperatif, SAS dan Abjad, Ketepatan dan Kecepatan, Hasil Belajar
Â
ABSTRACT
The purpose of this study was to find out exactly what method is right to be used in solving the problem of low reading accuracy and speed at the beginning between the Synthetic Structural Analytical (SAS) method and the alphabetic method for grade 1 elementary school. The research method used was an experiment with a 2x2 factorial design. Based on the results of student learning using the SAS method with the Alphabetical method, there are differences in the accuracy and speed of students' initial reading. Meanwhile, the average SAS method for initial reading accuracy and speed was 82.71 and 81.88, while the Abjad method had an average of 69.60 and 80.00. Not only that, the researcher also conducted a normality test with the acquisition of the analysis results that the sig value was > 0.05, namely 0.085, 0.068, 0.126 and 0.075 (SAS accuracy and speed, alphabetic accuracy and speed). this contains normally distributed research data. Because the data were normally distributed, the researcher conducted a hypothesis test by conducting a one sample t test with a sig value of 0.000 <0.05 with the conclusion that accept Ha and reject Ho, which means that there is a difference using the SAS method (SD Negeri 07 Tiumang) and the Alphabetical method (SD Negeri 02 Tiumang ) on the accuracy and speed of beginning reading of grade 1 students.
Keywords:Â Cooperative Learning, SAS and Alphabets, Accuracy and Speed, Learning OutcomesÂ
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Abdullah. (2021). Faktor Yang Mempengaruhi Pemberdayaan Keberhasilan Pendidikan: Berfikir Sistem, External Pendidikan, Menggali Potensi Diri Dalam Tradisi Kesisteman. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(2), 826–843.
Demmu. (2019). Membangun Karakter Anak Dengan Mensinergikan Pendidikan Informal Dengan Pendidikan Formal. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1–13.
Erniati. (2013). PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MENGGUNAKAN METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK DI KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 18 SADANIANG. Artikel Penelitian.
Fadhilaturrahmi. (2018). Lingkungan Belajar Efektif Bagi Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 2(2), 61–69.
Hubbil. (2016). Peran Lembaga Pendidikan Dalam Masyarakat Di Era Modern. Jurnal Ilmiah, 12(2), 1–23.
Manik. (2019). Meningkatkan Mutu Pembelajaran Melalui Kompetensi Profesional Guru di SD 030425 Simerpara Kabupaten Pakpak Bharat. Jurnal Akuntansi Dan Pembelajaran, 8(3), 116–129.
Nafri. (2016). Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Indonesia Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fkip Universitas Bengkulu. Jurnal Ilmiah KORPUS, 4(1), 64–75.
Resmini. (2013). Orasi dan Literasi dalam Pengajaran Bahasa. Penddikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(2).
Riki. (2019). KUALIFIKASI PEMIMPIN LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL, NON FORMAL DAN INFORMAL LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM. Raushan Fikr, 8(1), 63–82.
Siregar, S. (2013). metode penelitian kuantitatif. In Jakarta: Fajar Interpratama Mandiri.
Siti. (2012). Evaluasi Keterampilan Berbicara dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, 2(1), 259–268.
Siti. (2018). MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA AWAL MELALUI METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL. Jurnal Ilmiah Potensia, 1(2), 1–13.
Sugiyono. (2014). Populasi dan sampel. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. METODE PENELITIAN ILMIAH.
Wardiyati, H. (2019). PENERAPAN METODE SAS (STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS RENDAH DI SEKOLAH SASAR. JURNAL PAJAR (Pendidikan Dan Pengajaran). https://doi.org/10.33578/pjr.v3i6.7837
Yusuf, M. (2013). Metodologi Penelitian. In Padang : UNP press.
DOI: https://doi.org/10.31932/ve.v14i1.2265
Article Metrics
Abstract view : 317 timesPDF - 181 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1.jpg)

















.png)



