PEMBINAAAN ROHANI PELAJAR KATOLIK MELALUI REKOLEKSI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUNGAI RAYA DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 PONTIANAK UTARA

Lukas Ahen, Gustaf Hariyanto, Florensius Sutami, Semi Semi

Abstract


ABSTRACT

Education should not focus solely on academics but also on developing students' character and spirituality. In Catholic education, strengthening students' faith is a crucial element, particularly in multicultural environments. One way to achieve this goal is through recollection activities, designed to help students reflect on the values of faith in their daily lives and bear witness to the diversity of the school environment. Recollection is not merely an activity but also an effective means of enhancing the faith and spirituality of Catholic students. The method used in community service (PkM) is an interactive, reflective, and participatory lecture, aimed at helping participants understand and implement the values of faith and love in diversity. Through this approach, it is hoped that students will become witnesses of Christ with love and tolerance amidst diversity. One implementation method is a focus group discussion (FGD). The most memorable experience of recollection is the opportunity for self-reflection and the sharing of experiences, in which students recognize the value of diversity and the importance of their relationships with God and others within a diverse environment. 

Keywords: education, spirituality, Focus Group Discussion, reflection, recollection

 

ABSTRAK

Pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan spiritualitas siswa. Dalam konteks pendidikan Katolik, penguatan iman siswa menjadi elemen yang sangat penting, terutama di lingkungan yang multikultural. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui kegiatan rekoleksi, yang dirancang untuk membantu siswa merenungkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kesaksian dalam suasana keberagaman sekolah. Rekoleksi bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga sarana yang efektif untuk meningkatkan iman dan spiritualitas siswa Katolik. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah ceramah interaktif, reflektif, dan partisipatif, yang bertujuan agar peserta dapat memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai iman dan kasih dalam keragaman. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi saksi Kristus dengan penuh kasih dan toleransi di tengah keragaman. Salah satu metode pelaksanaan adalah diskusi kelompok terfokus (FGD). Pengalaman paling berkesan dari rekoleksi adalah kesempatan untuk refleksi diri dan berbagi pengalaman, di mana siswa menyadari keunikan keberagaman dan pentingnya hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama dalam lingkungan yang beragam. 

Kata kunci: pendidikan, spiritualitas, Focus Group Discussion, refleksi, rekoleksi


Keywords


Kata kunci: pendidikan, spiritualitas, Focus Group Discussion, refleksi, rekoleksi

Full Text:

PDF

References


Angelina, P. (2018). Developing Task-Based Learning Model for Language Teaching Media Course in English Language Education Study Program. LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching, 21(1), 36–45. https://doi.org/10.24071/llt.v21i1.936

Asrori, A. (2016). Contemporary Religious Education Model on the Challenge of Indonesian Multiculturalism. Journal of Indonesian Islam, 10(2), 261–283. https://doi.org/10.15642/JIIS.2016.10.2.261-284

Daryanto. (2016). Media Pembelajaran (1st ed.). Gava Media.

Dewi, I., Sofya, R., & Sriwahyuni, T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Menggunakan Adobe Flash CS3 pada Matakuliah Media Pembelajaran Ekonomi yang Menerapkan Metode Project Based Learning. Jurnal Teknologi Informasi Dan Pendidikan, 11(2 SE-Articles). https://doi.org/10.24036/tip.v11i2.145

Fayolle, A., & Gailly, B. (2008). From craft to science. Journal of European Industrial Training, 32(7), 569–593. https://doi.org/10.1108/03090590810899838

Hardiman, F. B. (2018). Homo Digitalis: Kondisi Manusia di Era Komunikasi Digital.

Huda, M. (2014). Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-Isu Metodis dan Paradigmatis. Pustaka Pelajar.

Lahir, S., Ma’ruf, M. H., & Tho’in, M. (2017). Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Model Pembelajaran Yang Tepat Pada Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi. Jurnal Ilmiah Edunomika, 1(01), 1–8. https://doi.org/10.29040/jie.v1i01.194

Latuconsina, A. (2016). Model Pembelajaran Agama dalam Membangun Toleransi di Ruang Publik Sekolah. Jurnal Al-Iltiqam, 1(1), 1–12. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33477/alt.v1i1.181

Minarti, S. (2011). Manajemen Sekolah (Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri) (1st ed.). Ar-Ruzz Media.

Munir. (2018). Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Kitab Kuning dan Signifikansinya dengan Karakter Siswa SMA Ahmad Yani 2 Baureno Bojonegoro. Edu-Religia: Jurnal Keagamaan Dan Pembelajarannya, 1(2), 1–15. http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/edureg/article/view/1616

Rahmah, N. (2014). Pendekatan dan Model Pembelajaran yang Mengaktifkan Siswa. Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2(1), 91–102. https://doi.org/10.24256/jpmipa.v2i1.105

Robeyns, I. (2006). Three models of education. Theory and Research in Education, 4(1), 69–84. https://doi.org/10.1177/1477878506

SÁNCHEZ-ESCOBEDO, P., & HOLLINGWORTH, L. I. Z. (2017). A Model for Evaluation of Rural Schools in Developing Countries. Indonesian Research Journal in Education |IRJE|, 1(1 SE-), 18–28. https://doi.org/10.22437/irje.v1i1.4334

Sutarman, M., & Setyawan, S. B. (2017). Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas X: Buku Guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tuala, R. P. (2018). Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah (A. Mujib (ed.); 1st ed.). Lintang Rasi Aksara Books




DOI: https://doi.org/10.31932/jpmk.v9i1.7122

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.