EKSISTENSI BUDAYA BEKANA DAYAK DESA DALAM GAWAI SEBAGAI UNGKAPAN SYUKUR KEPADA PETARA PENGUASA ALAM

Samson Samson, Marcellus Marcellus, Hadep Johan

Abstract


Gawai merupakan ritual adat yang memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat Dayak Desa sebagai bentuk ungkapan syukur atas hasil panen dan keberlangsungan hidup. Salah satu unsur penting dalam pelaksanaan Gawai adalah ritual Bekana yang sarat dengan makna simbolik, spiritual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Bekana sebagai ekspresi eksistensi budaya Dayak Desa serta sebagai media ungkapan rasa syukur kepada Petara, yang dipahami sebagai penguasa alam dan tanah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bekana tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian identitas budaya, penguatan solidaritas sosial, serta manifestasi relasi harmonis antara manusia, alam, dan kekuatan adikodrati. Dengan demikian, ritual Bekana menjadi simbol keberlanjutan budaya Dayak Desa di tengah dinamika perubahan sosial.

 

Kata kunci: Bekana, Dayak Desa, Gawai, ekspresi budaya, Petara


Full Text:

PDF

References


Anyang, Y.C. (1998) Tambun. Kebudayaan dan Perubahan Daya Taman Kalimantan Dalam Arus Modernisasi. Jakarta: Grasindo.

Andasputra, Nico ed. (2001) Pelajaran Dari Masyarakat Adat : Gerakan Sosial dan Resiliansi Ekologidi Kalimantan Barat. Pontianak : WWF-Biodiversity Support Program (BSP) Institut Dayakologi.

Benik, Benediktus. (2010). Memahami Tuhan Melalui Alam: Religiusitas Dayak Kalimantan. Pontianak: Yayasan Santo Martinus De Porres.

Nyaming, Fransiskus Gregorius, (2020). Tradisi Beduruk Suku Dayak Desa Harmonisasi antara Tuhan, Manusia dan Alam, Nanga Pinoh :Sekaban.

Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

King, V. T. (1993). The Peoples of Borneo. Oxford: Blackwell Publishers.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Sellato, B. (2002). Innermost Borneo: Studies in Dayak Cultures. Singapore: Singapore University Press.

Sutrisno, M. (2015). Ritual adat dan pelestarian budaya lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 36(2), 123–135.




DOI: https://doi.org/10.31932/jpbs.v10i2.6128

Article Metrics

Abstract view : 4 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Samson Samson, Marcellus Marcellus, Hadep Johan



Creative Commons License
Jurnal KANSASI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) berlisensi di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.