NILAI-NILAI SIMBOL RITUS NOPAHTUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SUKU UUD DANUM KECAMATAN AMBALAU

Agnesia Hartini, Mardawani Mardawani, Fusnika Fusnika, Vincensia Devi, Eduardus Edo, Hendrikus Galung

Abstract


Sebuah tradisi seperti ritus Nopahtung di yakini oleh masyarakat Suku Dayak Uud Danum memiliki nilai-nilai baik sebagai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai nilai-nilai simbol ritus Nopahtung sebagai bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud di kecamatan Ambalau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan  study dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pelaksanaan ritus Nopahtung adalah tradisi yang masih sering  dilaksanakan masyarakat. 2) nilai makna simbol ritus Nopahtung adalah proses pembersihan dan pemulihan dari hal-hal negatif atau kesialan yang bersumber dari mimpi seseorang. 3) bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud Danum dilakukan melalui beberapa cara terutama melalui media sosial seperti membuat literasi, berita google dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai simbol ritus nopahtung sebagai kearifan lokal Suku Uud Danum Kecamatan Ambalau masih dilaksanakan dan dipercayai masyarakat sebagai tradisi yang perlu dilestarikan sebagai kearifan lokal yang syarat akan nilai dan moral.

Kata Kunci : Nilai, Makna Simbol, Ritus Nophatung, Kearifan Lokal


Full Text:

PDF

References


C. K. Santoso, A. I. Ito, and N. L. Purnamasari, “Budaya Kewarganegaraan ( Civic Culture ) Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMK Sore Tulungagung,” no. 3, pp. 104–116, 2024.

Fusnika, F., & Ardianti, S. (2017). Pelestarian Tradisi Budaya Dalok pada Masyarakat Dayak Uud Danum dalam Rangka Menunjukkan Kesukubangsaan di Kecamatan Serawai-Ambalau Kabupaten Sintang Kalimantan. Jurnal PEKAN Vol 2 No 2 Edisi November 2017.

H. Bacot, “Civic Culture as a Policy Premise: Appraising Charlotte’s Civic Culture,” J. Urban Aff., vol. 4, no. 30, pp. 389–417, 2008, doi: . https://doi.org/10.1111/j.1467-9906.2008.00405.

Juri & Santi, D. 2019. “Eksistensi Nilai-Nilai Kebudayaan Pada Tradisi Adat Melah Pinang Dayak Iban Kabupaten Kapuas Hulu” Jurnal PEKAN STKIP Persada Khatulistiwa. Volume 4 No. 2 Hal 121-133.

Mardawani. 2020. Praktis Penelitian Kualitatif. Teori Dan Analisis Data Dalam Prespektif Kualitatif. Yogyakarta: Deepublish.

Mardawani & Muisan.J (2019), Nasionalisme Dalam Kearifan Lokal Pada Perkawinan Adat Suku Dayak Kebahan Di Desa Mapan Jaya. Jurnal PEKAN Vol. 4 No. 1 Edisi April 2019 ISSN: 2540 – 8038. Hal 71-88

OlangY, Dkk. 2020. Proses dan makna simbol ritual Munjong Dayak Tobag. ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sasra Indonesia. Volume l2 No 1 Hlm 213-222.

Olang, Y., & Anthesa, F. T. B. (2019). Proses ritual dan makna simbol dalam pengobatan Badendol Dayak Kanayatn. Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, 4(1), 65-76.

O. S. Daria Omelchenko, Svetlana Maximova, Galina Avdeeva, Natalia Goncharova, Oksana Noyanzina, “Patriotic Education and Civic Culture of Youth in Russia: Sociological Perspective,” Procedia - Soc. Behav. Sci., pp. 364–371, doi: https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.05.012.

Putra, B, S. 2019. “Peran Pemerintah Daerah Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Lokal Masyarakat Melayu Kota Tanjung Pinang”. Jurnal Ilmu Pemerintahan FISIPOL Universitas Maritim Raja Ali Haji. Hal 1-19.

Rahmawati, Ni Nyoman. (2023). Upacara Nyandiri Pada Masyarakat Hindu Kaharingan di Kota Palangka Raya, Kalimantan tengah (Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna). Tesis : UNHI Denpasar.

Qurtuby, Ai Sumanto Al & Lattu, Y. M, Tradisi & Kebudayaan Nusantara, Pertama. Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Press, 2019.

R. S. Hanif, M., Parji, Maruti, E. S., & Wahyuni, “Cultural resilience study: the role of the temanten mandi ritual in Sendang Modo on the survival of the surrounding community,” Cogent Arts Humanit., vol. 1, no. 11, 2024, doi: https://doi.org/10.1080/23311983.2024.2304401.

R. K. Savitch, H. V., Tsukamoto, T., & Vogel, “Civic Culture and Corporate Regime in Louisville,” J. Urban Aff., vol. 4, no. 30, pp. 437–460, 2008, doi: . https://doi.org/10.1111/j.1467-9906.2008.00408.x.

Seran, EY & Mardawani (2020), Kearifan Lokal Rumah Betang Suku Dayak Desa Dalam Perspektif Nilai Filosofi Hidup (Studi Etnografi: Suku Dayak Desa, Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai). Jurnal PEKAN Vol. 5 No.1 Edisi April 2020. Hal 28 - 41




DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v11i1.6438

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.