PERAN NILAI-NILAI TRADISI KEDUK BEJI DALAM PENGUATAN MODAL SOSIAL DAN PEMBENTUKAN KARAKTER PANCASILA MASYARAKAT DESA TAWUN KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI
Abstract
Tradisi Keduk Beji merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga mengandung berbagai nilai yang berperan dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Keduk Beji serta mengkaji peran nilai-nilai tersebut dalam penguatan social capital dan pembentukan karakter Pancasila masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat, kepala desa, perangkat desa, panitia penyelenggara, dan masyarakat Desa Tawun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Keduk Beji mengandung nilai religius, gotong royong, kebersamaan, toleransi, kepedulian lingkungan, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian budaya. Nilai-nilai tersebut berperan dalam memperkuat social capital masyarakat melalui peningkatan kepercayaan (trust), jaringan sosial (social network), norma timbal balik (reciprocity), partisipasi sosial, solidaritas sosial, dan kohesi sosial. Selain itu, nilai-nilai Tradisi Keduk Beji juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter Pancasila masyarakat melalui penguatan karakter religius, gotong royong, toleransi, persatuan, tanggung jawab sosial, demokratis, dan kepedulian lingkungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tradisi lokal memiliki peran strategis sebagai media pendidikan sosial dan budaya yang mampu memperkuat kehidupan masyarakat sekaligus membentuk karakter warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Berger, J. (2024). Social capital is associated with cooperation and indirect norm enforcement in the field: behavioural evidence from Switzerland. European Sociological Review, 40(3), 511–522. https://doi.org/10.1093/esr/jcad039
Cahya, C. N., Wardani, N. E., & Saddhono, K. (2024). Makna Simbolik dan Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Keduk Beji Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia, 5(3), 607–623. https://doi.org/10.59562/indonesia.v5i3.64728
Donkoh, S., & Mensah, J. (2023). Application of triangulation in qualitative research. Journal of Applied Biotechnology & Bioengineering, 10(1), 6–9. https://doi.org/10.15406/jabb.2023.10.00319
Ermawati, T., Dalmiyatun, T., & Prayoga, K. (2021). Pengaruh Modal Sosial Terhadap Keberlanjutan Gapoktan Ngudi Rukun di Kabupaten Wonogiri. Jambura Agribusiness Journal, 3(1), 1–14. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jaj/article/view/10129?utm_source=chatgpt.com
Growiec, K., Growiec, J., & Kami?ski, B. (2022). It Matters Whom You Know: Mapping the Links Between Social Capital, Trust and Willingness to Cooperate. Studia Socjologiczne, 2(2), 59–83. https://doi.org/10.24425/sts.2022.141423
Habsari, N. T. (2018). Monoteisme Teoritis Dalam Ritual Keduk Beji di Kabupaten Ngawi (Kajian Sosio-Religi). Jurnal Historia, 6(1), 89–102. https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/sejarah/article/view/1033/pdf_1
Kistanto, N. H. (2017). Tentang Konsep Kebudayaan. Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2), 1–11. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/sabda/article/view/13248
Koentjaraningrat. (2021). Pengantar Ilmu Antropologi. PT Rineka Cipta.
Martono, N., Puspitasari, E., & Lisnawati, L. (2023). Social Capital of Impoverished Students: A Study on the Strength of Social Networks, Trust, and Norms among Impoverished Students. Society, 11(1), 64–81. https://doi.org/10.33019/society.v11i1.418
Nuha, I. F., & Wicaksono, V. D. (2025). Eksplorasi Nilai Karakter Pancasila Pada Tradisi Gotong Royong di Lingkungan Masyarakat Untuk Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPPGSD), 13(8), 2262–2275. https://digilib.unesa.ac.id/detail/YmUzMDY2MDAtNWRmOS0xMWYwLTliMGEtMzFiZDg2ZWEyMDZl
Pare, P. Y. D., Tandafatu, F. X. B. U., Mbagha, M. S., Raja, M. O., & Ngaza, W. Y. (2024). Nilai-Nilai Pancasila Yang Terkandung Dalam Tradisi Adat Flores, Nusa Tenggara Timur. PACIVIC (Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan), 4(2), 2807–9337. http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/pacivic/
Parji. (2016). Socio-Cultural Values of Nyandran Traditional Ceremony in Tawun, Ngawi, East Java, Indonesia. Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusian, 9(2), 287–296. www.mindamas-journals.com/index.php/sosiohumanika
Parji. (2021). Memperkuat Modal Sosial Bangsa Pada Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Persefektif Nilai-Nilai Pancasila: Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar.
Saegert, S., Thompson, J. P., & Warren, Mark. R. (2001). Social Capital and Poor Communities.
Son, J., & Sung, P. (2024). The relationship among generalized trust, social networks, and social resources across 30 countries. International Sociology, 39(4), 375–398. https://doi.org/10.1177/02685809241251770
Staller, K. M. (2021). Big enough? Sampling in qualitative inquiry. In Qualitative Social Work (Vol. 20, Number 4, pp. 897–904). Sage Publications Inc. https://doi.org/10.1177/14733250211024516
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo, Ed.; 2nd ed.). Alfabeta.
Thea, B., Azarine, C., & Wijayanti, T. (2023). Social capital in strengthening the value of gotong royong cooperation through the Sedekah Laut tradition in Munjungagung Village Tegal Regency Article History. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 10(1), 178–189. https://doi.org/10.22219/satwika.v10i1.43971
Tuominen, M., & Haanpää, L. (2021). Young People’s Well-Being and the Association with Social Capital, i.e. Social Networks, Trust and Reciprocity. Social Indicators Research, 159(2), 617–645. https://doi.org/10.1007/s11205-021-02762-z
Untari, S., Sumarmi, S., & Meiji, N. H. P. (2022). Desa Pancasila: The Implementation of Gotong Royong Values as Social Capital in Indonesia. Unnes Journal, 14(2), 225–238. https://doi.org/10.15294/komunitas.v14i2.27789
Yadav, D. (2022). Criteria for Good Qualitative Research: A Comprehensive Review. Asia-Pacific Education Researcher, 31(6), 679–689. https://doi.org/10.1007/s40299-021-00619-0
Yasinatul, P. A. (2025). Intertwined Spiritualities: Exploring the Acculturation of Sufism and Javanese Mysticism in the Keduk Beji Tradition, Ngawi, Indonesia. Jurnal Adat Dan Budaya, 7(2), 295–307. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JABI/index
DOI: https://doi.org/10.31932/jpk.v11i2.7077
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





