PELATIHAN PENGGUNAAN MEDIA BERMAIN SLIME UNTUK MENINGKATKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI DI TK LABORATORIUM PERSADA KHATULISTIWA

Yohanes Berkhmas Mulyadi, Suryameng Suryameng, Sudarto Sudarto, Maria Octaviana Ica, Lusia Leni, Olipia Olipia, Yusuf Olang

Abstract


Anak usia 5-6 tahun yaitu usia taman kanak-kanak (TK) merasa tertarik dan memiliki  rasa ingin tahu yang besar apabila orang tua dan guru menstimulasi anak dengan  pelbagai keterampilan, karena dunia anak adalah dunia imajinasi. Anak usia TK akan mengalami perkembangan psikomotorik yang signifikan apabila diberikan latihan yang menarik di kelas.Permasalahan di TK Laboratorium Persada Khatulistiwa adalah anak-anak suka bermain slime hanya masih perlu diberi latihan agar terdapat nilai seni dalam menghasilkan sesuatu sesuai imajinasinya. Guru menjadi  inspirator dalam melatih anak agar bisa menggunakan media slime dengan baik. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah mengetahui manfaat, fungsi dan pentingnya penggunaan media bermain slime untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Laboratorium Persada Khatulistiwa, Mengetahui proses pelatihan  penggunaan media bermain slime untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Laboratorium Persada Khatulistiwa, Mengetahui cara menggunakan media bermain slime untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Laboratorium Persada Khatulistiwa. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat adalah penyuluhan dan pelatihan.  Hasil pengabdian kepada masyarakat yaitu guru mengetahui manfaat, proses dan cara menggunakan media bermain slime untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini di TK Laboratorium Persada Khatulistiwa.

Full Text:

PDF

References


Ahmad Susanto. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta:Kencana

Dwi Yulianti. 2010. Bermain Sambil Belajar Sains di Taman Kanak-Kanak. Jakata : PT Kencana

Dede Feriyanti.2017. Keterkaitan Bermain Slime dengan Keterampilan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 Tahun. Skripsi. Jakarta : Universitas Negeri Jakarta.

Evi Laila Masrifa. 2016. Meningkatkan Kemampuan Fisik-Motorik Halus Melalui Kegiatan Seni Origami Pada Anak Kelompok B TK Dharma Wanita Bukur.Jurnal Pendidikan PAUD Universitas Nusantara Kediri 8 (2). 56-77

Jumilah.2012. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Dengan Melipat Kertas Sederhana Melalui Metode Demonstrasi di TK Jaya Lestari Desa Beliti Jaya.Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Vol 7 (1)

Mansur. 2005.Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Meyke S.Tedjasgaputrra.2013. Bermain, Mainan dan Permainan Untuk Anak Usia Dini. Jakarta :PT Grasindo

Moeslichatoen.2014.Metode Pengajaran Di Taman Kanak – Kanak. Jakarta: PT Rineka Cipta

Rully Kusumastuti. 2016. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Origami Pada Anak Kelompok A Roudhatul Athfal (RA) Al-Ikhlas Semaang. Jurnal Pendidikan Anak. 6 (2) 44-58

Soegeng Santoso. 2012. Model Pengembangan Motorik Anak Prasekolah. Jakarta Dirjen Olahraga DepDikNas

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab 1 Pasal 1 Butir 14.

Yazid Bustami.2012. Panduan Lengkap PAUD. Jakarta : Citra Publishing




DOI: https://doi.org/10.31932/jppm.v3i2.4414

Article Metrics

Abstract view : 158 times
PDF - 167 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.