Kajian Etnomatematika Ritual Gawai Budaya Tak Kasat Mata Suku Dayak Bidayuh-Somu
Abstract
Budaya tak kasat mata adalah praktik-praktik sosial berupa kegiatan ritual keagamaan. Kegiatan ritual keagamaan yang dimaksud adalah kegiatan ritual gawai yang dilaksanakan oleh suku Dayak BidayuhSomu di Desa Sebuduh Kecamatan Kembayan. Ritual gawai dari hasil penelitian sebelumnya beberapa tahapan sudah mulai tidak dilaksanakan akibat dari penggiat budaya atau pelaksana ritual sudah semakin berkurang. Secara dokumentasi untuk pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal semakin tergerus akibat budaya luar yang banyak digandrungi sekarang. Pembelajaran adalah media yang tepat untuk mengkampanyekan kecintaan atas budaya lokal. Urgensi dari penelitian ini yaitu : (a) terdapat keperluan mendesak dalam mengambil data, mendokumentasikan, dan mempublikasikan budaya lokal masyarakat sebagai tanggung jawab teoritis dalam melestarian budaya lokal, (b) hasil penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar pendukung sebagai pembelajaran di dalam kelas, dan (c) menjadi pondasi untuk memperkenalkan kearifan lokal dan memperkenalkan etnomatematika secara mudah melalui bahan ajar yang dikembangkan dan akan dipublikasikan pada literatur ilmiah (jurnal).
Â
Kata Kunci: Etnomatematika, Budaya tak kasat mata, ritual gawai
Full Text:
PDFReferences
Dasih, I Gusti Ayu Ratna Pramesti dkk. 2022. Intercultural Communication Behavior In Religious Rituals. Proceedings of the International Seminar of Dharma Duta and Brahma Widya Faculty IAHN-TP Palangka Raya.. 190-202.
Dharma, Ni Made Muthiara., Avanindra Amrtani Dharmapurusa, Kevin Nathanael, Moses Glorinom Rumambo Pandin. 2021. Challenges of Generation Z in Maintaining Local Culture As a National Identity in Globalization Era. Jurnal Pendidikan Tambusai. 5(3): 10708-10720
Hasanah., Efriani dan Galuh Bayuardi. 2020. Ikatan Kekerabatan Suku Dayak Bidayuh di Perbatasan Entikong dan Tebedu. CV Pustaka Abadi:Jember
Herlan. Elyta. 2020. Model Of Gawai Dayak Based-Social Capital In The Border Of Sajingan Besar Of West Kalimantan. Jurnal Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora. 22(1) : 55-63.
Indrabuana, Bayu., Valentinus Pebriano , Lestari. 2022. Galeri Seni Dan Budaya Dayak Kalimantan Barat. Jurnal Mosaik Arsitektur. 10(2), 309-323.
Irmania, Ester., Anita Trisiana, Calista Salsabila.2021. Upaya mengatasi pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda di Indonesia. Dinamika Sosial Budaya. 23(1), 148-160.
Masy’ud, Baharuddin., Nela Resta Felayati, Tutut Sunarminto. 2020. Local Wisdom in Animal Conservation and Animal Use as Medicine of Orang Rimba in Bukit Duabelas National Park Jambi. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 26(1), 72-79.
Pineda, Roger G. Technology in Culture: A Theoretical Discourse on Convergence in Human-Technology Interaction. ä University Printing House, Jyväskylä.
Rayo, K.M. 2020. Booklet Berbasis Tugas Pengajuan Soal Open Ended Kosakata Matematis Budaya Tak Kasat Mata Suku Dayak Bidayuh-Somu Desa Sebuduh Kecamatan Kembayan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa. 9(10) : 1-14
Rayo,K.M.2018. Eksplorasi Kosakata Matematis Dalam Budaya Tak Kasat Mata Suku Dayak Bidayuh-Somu Di Desa Sebuduh Kecematan Kembayan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa 7(8) : 1-16.
Syarif, Erman. 2021. Revitalization of The Mapogau Hanua Traditional Service as a Refillation of Character Education Values in Geographic Learning. Indonesian Jurnal of Educational Studies (IJES). 24(2) : 80-93.
Taha, Mujahid., Fida Febriningsih. 2022. Haogumi Lexicon: Local WisdomOf The CommunityOfGalogalo Village, Morotai Island Regency, NorthMaluku (Ethnolinguistics Studies). Jurnal Gramatika. 8(1), 143-153.
DOI: https://doi.org/10.31932/j-pimat.v5i2.2793
Article Metrics
Abstract view : 338 timesPDF - 305 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.







