PERKEMBANGAN EKONOMI BERKELANJUTAN WILAYAH PESISIR DESA UJUNG PANDARAN KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

Arniwaty Arniwaty, Wiwin Zakiah, Fadeli Yusuf Afif

Abstract


Desa Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki potensi ekonomi pesisir yang didukung oleh sektor perikanan tangkap, usaha mikro berbasis hasil laut, dan pariwisata bahari. Potensi tersebut menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang berdampak pada kerusakan infrastruktur, penurunan aktivitas ekonomi, serta berkurangnya kualitas lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekonomi pesisir, mengidentifikasi dampak abrasi terhadap kehidupan masyarakat, dan merumuskan strategi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi berkelanjutan memerlukan integrasi konservasi pesisir, penguatan kelembagaan lokal, pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, serta kolaborasi pentahelix guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Keywords


abrasi pantai; ekonomi berkelanjutan; pengelolaan pesisir; pariwisata bahari; Ujung Pandaran

References


Abbas, M. H. I., Qurrata, V. A., Yusida, E., Priambodo, M. P., Mohd. Shafiai, M. H., Saputra, J., & Cahayati, N. (2025). Sustainable development in coastal regions: Integrating blue economy and community ecotourism for poverty eradication. Environment and Ecology Research, 13(2), 198–212.

Adam, I. (2021). Tourists' perception of beach litter and willingness to participate in beach clean-up. Marine Pollution Bulletin, 170, 112591.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Arsyad, L. (2016). Ekonomi pembangunan (5th ed.). UPP STIM YKPN.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotawaringin Timur. (2024). Kabupaten Kotawaringin Timur dalam angka 2024. Badan Pusat Statistik.

Berkes, F., & Ross, H. (2013). Community resilience: Toward an integrated approach. Society & Natural Resources, 26(1), 5–20.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.

Emerson, K., & Nabatchi, T. (2015). Collaborative governance regimes. Georgetown University Press.

Food and Agriculture Organization. (2022). The state of world fisheries and aquaculture 2022: Towards blue transformation. FAO.

Intergovernmental Panel on Climate Change. (2023). Climate change 2023: Synthesis report. IPCC.

Junaidah, Ambiyar, Jalinus, N., & Waskito. (2022). Pengaruh kolaborasi SMK dengan kelompok masyarakat dalam pemasaran lulusan. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 7(2).

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2023). Laporan kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2023. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). Sage Publications.

Muhammad Roem, Ibrahim, M. A., Nara, N., Abdullah, M. T., & Iskandar, D. (2025). Collaborative governance in blue economy policy in the development of marine tourism in Makassar City. South Eastern European Journal of Public Health.

OECD. (2023). The ocean economy to 2050. OECD Publishing.

Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.

Rahman, A., Sari, N., & Putra, D. (2026). Transformasi ekonomi pesisir melalui pendekatan blue economy: A systematic literature review. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI).

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Rusadi, S., & Setiawan, R. (2025). Collaborative governance in handling coastal abrasion based on blue economy. Jurnal Governansi, 11(2), 135–142.

Saputra, R., Wijaya, D., & Firmansyah, A. (2026). Analisis rantai pasok perikanan dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi pesisir. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI).

Scoones, I. (2022). Sustainable livelihoods and rural development. Practical Action Publishing.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif (3rd ed.). Alfabeta.

The Potential of Tanjung Pinang Seaside Coast as a Blue Economy Model. (2025). Journal of Economics and Management.

Tuanaya, W. (2025). Environmental governance, social participation, and sustainable coastal tourism in Eastern Indonesia. Baileo: Jurnal Sosial Humaniora.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations.

United Nations Environment Programme. (2022). Blue economy: Sustainable development for oceans and coastal resources. UNEP.

World Bank. (2023). The blue economy: Development in a changing climate. World Bank.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.




DOI: https://doi.org/10.31932/jpe.v11i2.7186

Article Metrics

Abstract view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons
This work is licensed under Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 .