MENUMBUHKAN KEMBALI BUDAYA KEE’RJA BANYAU SEBAGAI NILAI LUHUR MASYARAKAT DESA SUNGAI DERAS KECAMATAN KETUNGAU HILIR KABUPATEN SINTANG

fusnika fusnika, Debora Korining Tyas

Abstract


Indonesia merupakan negara yang sangat luas dan memiliki ciri khas yang membedakan dari negara lain, negara Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya namun tetap dapat hidup bersama mencapai tujuan sebagi  sebuah negara yang flural. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh  gambaran  secara deskriptif  tentang cara menumbuhkan kembali budaya kee’rja banyau sebagai nilai luhur masyarakat  Desa Sungai Deras Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Temuan penelitian  menunjukan nilai luhur yang terbentuk  melalui  kee’rja  banyau  pada masyarakat Desa adalah nilai kebersamaan, nilai  persatuan, nilai rasa memiliki, nilai rela berkoran dan nilai tolong menolong. Penyebab mulai lunturnya  budaya  kee’rja banyau itu disebabkan oleh kesibukan, kecemburuan sosial, pemahaman yang keliru soal bantuan dari warga dan kurangnya bersosialisaasi. Upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan  kembalai budaya  Kee’rja Banyau  pada masyarakat  Desa Sungai  Deras  Kecamatan  Ketungau  Hilir Kabupaten Sintang  adalah melalui peran pemerintah dan tokoh masyarakat dalam menggerakan partisipasi masyarakat.

 

Kata kunci: Budaya Kee’rja Banyau, Nilai Luhur, Masyarakat Desa


Full Text:

PDF

References


Creswell, J., W., 2012, Research design Pendekatan kualitatif, Kuantitatif dan

Mixed; Cetakan ke-2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Miles, Mattew B dan Hubermen, Michael. 1992. Analisa Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode Baru, Terjemahan Tjetjep Rohendy (2007), Jakarta: UI Press.

Moleong, Lexy.J. 1990.Metode Penelitian Kualitatif.Bandung: Remaja Rosda Karya.

Moh. Soerjani Dkk. (Ed), Lingkungan: Sumber Daya Alam dan Kependudukan Dalam Pembangunan, (Jakarta: UI-Press, 2008) Hal. 256

Supartono, 2004, Ilmu Budaya Dasar, Bogor Selatan : Ghalia Indonesia.

Subagiyo. 2006. Menjadikan Nilai Budaya Gotong- RoyongSebagai Common Identity dalam Kehidupan Bertetangga.Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI.Vol. II.No. 1. hal 23.

Sanggenafa, Naffi.2002. Papuan Journal Of Sosial and Cultur Antropology.Vol 1.No 1, agustus 2002, hal 6.

Isni .2013. Pelestarian budaya dalam kesukubangsaan. E jurnal sendratasik FVs Vol 2 (hal 26).

Lukman, 2016. Peranan sanggar seni santi budaya dalam pelestarian budaya tradisional dan sebagai wahana pendidikan seni budaya di SMPN 4 Sukuharjo, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.




DOI: https://doi.org/10.31932/ve.v9i2.136

Article Metrics

Abstract view : 66 times
PDF - 55 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.