STRUKTUR KUNUN MASYARAKAT SIULAK KERINCI SEBAGAI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH

Nada Sawita, Yundi Fitrah, Maizar Karim

Abstract


ABSTRAK

Sastra lisan Kerinci didukung oleh suatu bahasa daerah, yaitu bahasa Kerinci. Bahasa Kerinci dipakai dalam wilayah kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Struktur Kunun Masyarakat Siulak Kerinci sebagai Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah. Data dianalisis dengan teknik anaisis deskriptif kualitatif. Hasil peneitian ini menunjukkan bahwa Struktur Kunun Masyarakat Siulak Kerinci Sebagai Pembeajaran Apresiasi Sastra di Sekolah. Struktur Sastra lisan kerinci terdiri Sinopsis Cerita, Bentuk lahir, Tokoh Cerita, Tema Cerita, Tujuan Cerita, Pengaruh dalam Cerita di gunakan untuk mengkaji Struktur Kunun Siulak, Kerinci sebagai Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekoah. dari tiga tema yang populer di Kerinci, yaitu saling tolong menolong, seseorang yang meninggalkan kampung halamannya, dan yang terakhir hidup bergotong royong. Dapat di simpulkan tema ini lebih di gemari dari ke sepuluh cerita yang terdapat di buku Kunun Siulak, Kerinci. dari proses pembelajaran apresiasi sastra di sekoah maka hasil yang dapat keberanian siswa untuk menceritakan kembali hasil Kunun atau Dongeng yang di baca di depan kelas mereka juga sangat aktif dalam pembelajaran.

Kata Kunci: Struktur Kunun,  Pembelajaran, Apresiasi Sastra


ABSTRACT

Kerinci oral literature is supported by a regional language, namely the Kerinci language. The Kerinci language is spoken in the Kerinci regency area in Jambi Province. This studyyaims to describe the Kunun Structureeof the Siulak Kerinci Community as Literary Appreciation Learning in Schools. Data were analyzeduusing qualitative descriptive analysisutechniques. The results of this studyuindicate that the Kunun Structure of the Siulak Kerinci Community as Literary Appreciation Learning in Schools. The oral literary structure of kerinci consists of story synopsis, form of birth, story characters, story themes, story goals, influences in stories used to study the structure of Kunun Siulak, Kerinci as Literary Appreciation Learning in Schools. of the three popular themes in Kerinci, namely helping each other, someone leaving their hometown, and finally living together. It can be concluded that this theme is more popular than the ten stories contained in Kunun Siulak's book, Kerinci. from the learning process of literary appreciation in schools, the result that can be the courage of students to retell the results of Kunun or Fairy Tales read in front of the class, they are also very active in learning.

Keywords: Kunun Structure, Learning, Literary Appreciation 


Keywords


Struktur Kunun, Pembelajaran, Apresiasi Sastra

Full Text:

PDF

References


Astika, I. M. (2014). Analisis Formula “Diari Kambing Jantan†Karya Raditya Dika. Prasi, 9(17), 21–31.

Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.1068

Gatot. (2015). KEBERADAAN WACANA PANTANG LARANG BERLARAS GENDER SEBAGAI TRADISI LISAN, FENOMENA BAHASA, DAN SASTRA LISAN DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan, 4(5).

Isnanda, R. (2018). Sastra Lisan sebagai Cerminan Kebudayaan dan Kearifan Lokal bagi Masyarakat. Sastra Lisan Sebagai Cerminan Kebudayaan Dan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat, 3(3), 500–503. Retrieved from https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/view/110

Jannah, W. (2017). Ketidakadilan Gender Novel Cinta di dalam Gelas Karya. In Andrea Hirata: Kajian Sastra Feminis. Retrieved from http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/12749

Karimi, A. L. (1969). Suatu Penjelidikan Tentang Kesusasteraan Kerintji Dan Manfaatnja Bagi Pembinaan Kebudajaan Indonesia. In Djurusan Bahasa dan Sastra/Seni, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Lafamane, F. (2020). Karya ( Puisi , Prosa , Drama ). OSF Preprints, 1–18.

Merawati, F. (2017). Sastra Cyber Sebagai Estafet dari Sastra Lisan dan Sastra Tulis. Pibsi Xxxix, (November), 726–735.

Rahmawati, D. (2007). Citra Kuasa Perempuan Jawa dalam Novel Perempuan Jogja dan Maruti, Jerit Hati Seorang Penari Karya Achmad Munif. In Universitas Gadjah Mada. https://doi.org/10.24257/atavisme.v10i2.243.87-95

Ravico, R. (2019). Menelusuri Tradisi Lisan Parno (Pangku Parbayo) Adat Desa Koto Majidin, Kabupaten Kerinci Sebagai Wujud Identitas Masyarakat. TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.19109/tamaddun.v19i1.3395

Sugiyono. (2017). Sugiyono. In Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (p. 13).

Usman, A. H. (1993). Struktur Sastra Lisan Kerinci. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Astika, I. M. (2014). Analisis Formula “Diari Kambing Jantan†Karya Raditya Dika. Prasi, 9(17), 21–31.

Fakhrurozi, J., Pasha, D., Jupriyadi, J., & Anggrenia, I. (2021). Pemertahanan Sastra Lisan Lampung Berbasis Digital Di Kabupaten Pesawaran. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS), 2(1), 27. https://doi.org/10.33365/jsstcs.v2i1.1068

Gatot. (2015). KEBERADAAN WACANA PANTANG LARANG BERLARAS GENDER SEBAGAI TRADISI LISAN, FENOMENA BAHASA, DAN SASTRA LISAN DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan, 4(5).

Isnanda, R. (2018). Sastra Lisan sebagai Cerminan Kebudayaan dan Kearifan Lokal bagi Masyarakat. Sastra Lisan Sebagai Cerminan Kebudayaan Dan Kearifan Lokal Bagi Masyarakat, 3(3), 500–503. Retrieved from https://snllb.ulm.ac.id/prosiding/index.php/snllb-lit/article/view/110

Jannah, W. (2017). Ketidakadilan Gender Novel Cinta di dalam Gelas Karya. In Andrea Hirata: Kajian Sastra Feminis. Retrieved from http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/12749

Karimi, A. L. (1969). Suatu Penjelidikan Tentang Kesusasteraan Kerintji Dan Manfaatnja Bagi Pembinaan Kebudajaan Indonesia. In Djurusan Bahasa dan Sastra/Seni, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Lafamane, F. (2020). Karya ( Puisi , Prosa , Drama ). OSF Preprints, 1–18.

Merawati, F. (2017). Sastra Cyber Sebagai Estafet dari Sastra Lisan dan Sastra Tulis. Pibsi Xxxix, (November), 726–735.

Rahmawati, D. (2007). Citra Kuasa Perempuan Jawa dalam Novel Perempuan Jogja dan Maruti, Jerit Hati Seorang Penari Karya Achmad Munif. In Universitas Gadjah Mada. https://doi.org/10.24257/atavisme.v10i2.243.87-95

Ravico, R. (2019). Menelusuri Tradisi Lisan Parno (Pangku Parbayo) Adat Desa Koto Majidin, Kabupaten Kerinci Sebagai Wujud Identitas Masyarakat. TAMADDUN: Jurnal Kebudayaan Dan Sastra Islam, 19(1), 1–15. https://doi.org/10.19109/tamaddun.v19i1.3395

Sugiyono. (2017). Sugiyono. In Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (p. 13).

Usman, A. H. (1993). Struktur Sastra Lisan Kerinci. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: https://doi.org/10.31932/ve.v13i2.2013

Article Metrics

Abstract view : 332 times
PDF - 153 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.